Alokasi belanja tidak langsung seperti gaji pegawai, berpengaruh besar terhadap serapan anggaran Pemkab Jember. Memasuki akhir bulan Juli ini, serapan anggaran Pemkab Jember baru mencapai 34 persen.
Kepala Bidang Anggaran BPKA Jember Hadi Sasmito menjelaskan, rendahnya serapan anggaran tersebut, disebabkan belanja langsung seperti proyek di SKPD, masih dalam proses lelang. Bahkan beberapa diantaranya masih baru proses usulan ke Unit Layanan Pengadaan, Ulp.
Hadi menambahkan, jika dibandingkan dengan data sebelum Bulan Ramadhan lalu, jumlah serapan anggaran terus bertambah. Hal itu disebabkan, dana untuk desa baik dari pusat maupun APBD Jember, sudah ditransfer ke rekening pemerintah desa.
Meski demikian Hadi tetap optimis, dalam waktu dekat angka serapan anggaran itu akan terus mengalami kenaikan. Sebab sejumlah proyek besar sudah dalam proses lelang.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum Hari Raya lalu, serapan anggaran Pemkab Jember masih pada angka 20 persen. Sektor swasta berperan sangat domina terhadap perkembangan ekonomi Jember.
