Harga Gula Melambung Petani Tidak Mendapat Untung

Meski harga lelang gula di musim giling tahun 2016 tergolong cukup tinggi, ternyata harga tersebut tidak mampu memberikan keuntungan kepada petani tebu. Sebab meski harga lelang tinggi, rendemen tebu petani musim ini sangat rendah. Sehingga hasil yang diperoleh hanya cukup untuk menutup biaya produksi.

Ketua Koperasi Mitra Usaha Jember Marzuki Abdul Ghofur menjelaskan, tingkat rendemen tebu petani musim giling tahun ini hanya di kisaran 6 sampai 6,5. Sehingga dengan harga lelang 13 sampai 14 ribu rupiah perkilogram, hanya cukup untuk menutupi biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani. Sementara konsumen terpaksa harus membeli gula dengan harga tinggi, di kisaran harga 16 sampai 17 rubu rupiah perkilogram.

Rendahnya rendemen tebu petani lanjut Marzuki, merupakan dampak masih tingginya curah hujan hingga pertengahan 2016 ini. Marzuki berharap menjelang musim panen tebu tahun depan, curah hujan di Kabupaten Jember tidak terlalu tinggi, sehingga rendemen tebu petani jauh lebih tinggi.

Lebih jauh Marzuki menjelaskan, perhitungan ideal untuk petani dan konsumen sebenarnya dengan rendemen 8,5 dan harga lelang di angka 11 ribu rupiah perkilogram. Dengan rendemen tersebut petani masih bisa mendapatkan untung, sementara konsumen juga bisa membeli gula di pasaran dengan harga yang masih terjangkau.

(961 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.