Aktifis Migran AID Indonesia Mensinyalir, Tenaga Kerja Indonesia menjadi korban pungutan liar, dari oknum tidak bertanggung jawab.
Menurut Direktur Migran AID Indonesia Mohammad Kholili, Tenaga Kerja Indonesia sering menjadi korban pungutan liar. Mereka dikenakan biaya tambahan yang cukup besar, saat akan berangkat ke luar negeri.
Pungutan tersebut lanjut Kholili, jumlahnya sangat besar, jika dibandingkan biaya resmi pemberangkatan ke luar negeri. Persoalan tersebut terjadi karena calon TKI minim informasi, mengenai biaya resmi pemberangkatan.
Untuk itu Kholili berharap agar Pemkab Jember, agar mengambil tindakan tegas, ketika mendapatkan laporan pungutan liar tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Migran AID Indonesia melansir, setiap tahunnya Tenaga Kerja Indonesia asal Jember, yang dideportasi dari luar negeri mencapai seribu orang.
(797 views)