Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Jember Edi Budi Susilo, akui sejak dicanangkan 14 tahun silam hingga saat ini, perkembangan Jalur Lintas Selatan di Kabupaten Jember tidak terlalu bagus. Hal ini disampaikan Edi, dalam hearing bersama DPRD Jember Selasa malam.
Menurut Edi, Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Supaad, sering kontak langsung kepada Bappekab untuk memacu penyelesaian JLS di Kabupaten Jember. Sebab memang harus diakui selama 14 tahun berjalan, perkembangan JLS di Kabupaten Jember tidak terlalu bagus.
Meski demikian Edi memastikan tim yang ada di Pemkab Jember berkomitmen, menyelesaikan pembebasan lahan JLS yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dengan cepat. Untuk proses pembebasan lahan sendiri lanjut Edi, saat ini sedang dilakukan pengukuran, dan pengajuan ijin penetapan lokasi kepada Gubernur Jawa Timur. Karena itulah alokasi anggaran senilai hampir 25 milyar rupiah dalam APBD 2016 belum bisa terserap dengan maksimal.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi, minta bupati turun langsung mengawal penyelesaian JLS. Sebab jika tidak dikawal dengan benar, Ayub khawatir tidak akan bisa terselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Mestinya menurut Ayub, bupati bersama SKPD tehnis berkoordinasi langsung dengan PU Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Sehingga perkembangan JLS di Kabupaten Jember, berjalan cepat seperti di kabupaten-kabupaten lainnya.
(812 views)