Wakil ketua DPRD Jember Ayub Junaedi, khawatir Jember kalah start dengan daerah lain, untuk memulai progam pembangunan yang bersinergi dengan pemerintah pusat dan propinsi. Sebab sejauh ini Ayub melihat belum ada langkah apapun yang dilakukan Pemkab Jember.
Kepada sejumlah wartawan Ayub menjelaskan, jika melihat perkembangan di beberapa daerah lain, bupati dan wakil bupati yang sama-sama dilantik tanggal 17 Februari lalu sudah tancap gas. Ayub mencontohkan Banyuwangi dan trenggalek, yang pro aktif jemput bola mensinergikan pembangunan, dengan bantuan anggaran pemerintah pusat dan propinsi.
Ayub berharap Pemkab Jember lebih peka untuk mengambil momentum dan potensi yang ada di pemerintah pusat dan propinsi. Sebab jika terlambat, potensi tersebut akan diambil oleh daerah lain, yang dampak jangka panjangnya membuat Jember menjadi kabupaten tertinggal.
Lebih jauh Ayub menjelaskan, Pemkab harus kreatif mengemas progam-progam kerjanya. Progam mall online di Banyuwangi misalnya, sebenarnya masyarakat sudah lama mengetahui sistem penjualan online. Hanya saja ketika dikemas kreatif oleh Pemkab Banyuwangi, progam tersebut menjadi lebih menarik dan efektif untuk menjual produk lokal.
Sigit
(1.113 views)