Tambang Ilegal Di Silo Jauh Lebih Berbahaya Dibandingkan Gunung Manggar.

Dampak kerusakan lingkungan di kecamatan silo, diprediksi jauh lebih besar di banding kecamatan wuluhan, jika aktifitas tambang ilegal terus berlangsung. Demikian disampaikan kepala perhutani KPH jember Johan Suryo Saputro.

Johan menerangkan, jika di kecamatan wuluhan aktifitas tambang ilegal dilakukan di sela-sela tegakan. Meski secara kasat mata tegakan tidak terganggu, dengan adanya rongga dibawah tegakkan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.

Sedangkan di kecamatan silo, tambang ilegal di lakukan di sepanjang aliran sungai, yang dalam istilah perhutani disebut kawasan perlindungan setempat. KPS ini sebenarnya berfungsi sebagai penyangga sungai-sungai di sekitarnya.

Sehingga lanjut johan, jika aktifitas tambang ilegal terus dilakukan di kawasan tersebut, bisa dipastikan dampak kerusakan lingkungan dan bencana alam yang akan terjadi jauh lebih besar, dibanding dampak kerusakan di kawasan gunung manggar.

Sebelumnya johan memberikan apresiasi kepada masyarakat silo, yang selama ini memiliki kesadaran tinggi terhadap dampak tambang ilegal. Karena mereka tinggal sangat berdekatan dengan kawasan hutan, jika terjadi bencana akibat kerusakan hutan, merekalah yang pertama kali menjadi korban.

Atas tingginya kesadaran tersebut, penambangan ilegal di kawasan silo sangat jarang terjadi. Kalaupun ada penambang liar yang masuk, selalu berhasil di tangkap oleh aparat keamanan dan masyarakat.

(1.222 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.