Jika dilihat berdasarkan data BPS, seolah-olah segudang progam pemkab jember untuk menanggulangi kemiskinan hingga menghabiskan anggaran puluhan bahkan ratusan milyar rupiah sama sekali tidak ada artinya. Demikian Disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemkab Jember Edi Budi Susilo.
Menurut Edi, Pemkab Jember sudah melakukan berbagai upaya, diantaranya progam bedah rumah, plesterisasi, pelayanan kesehatan gratis dan pendidikan gratis. tetapi secara data yang dilansir bps, ternyata angka kemiskinan di jember bukannya berkurang, justru semakin bertambah.
Edi sempat mempertanyakan data yang dirilis bps tersebut. sebab dari data yang dimiliki bappemas, sepanjang tahun 2008 hingga 2011, sedikitnya 50 ribu dari 93 ribu rumah tidak layak huni sudah direnovasi. belum lagi progam lain yang dilakukan bupati bersama tim koordinasi pengendali kemiskinan.
Tahun 2008 angka rumah tangga miskin di jember mencapai 237 ribu. dua tahun kemudian yakni tahun 2011, BPS melansir jumlah rumah tangga miskin di jember mencapai 246 ribu. sehingga jumlah rumah tangga miskin di jember bukannya berkurang, tetapi justru terjadi kenaikan hampir 10 ribu rumah tangga.
(1.307 views)