Kawan KISS FM.
Lonjakan jumlah wisatawan lokal yang berkunjung ke Kabupaten Jember sepanjang 2025 dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel. Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 1 Tahun 2025 yang digelar di ruang Banmus DPRD Jember, Selasa 7 April 2026.
Pandangan itu disampaikan perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember dalam forum yang turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Organda, Peradi Jember, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember seperti Dinas Perhubungan, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Hukum, hingga Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata.
Humas PHRI Jember, Ayu Fitriana, menjelaskan bahwa mayoritas wisatawan yang datang ke Jember merupakan wisatawan lokal dengan pola kunjungan singkat tanpa menginap di hotel.
Menurutnya ada dua tipe wisatawan yang datang, yakni yang hanya berkunjung lalu kembali pada hari yang sama, serta yang menginap karena berasal dari luar daerah. Namun, jumlah wisatawan yang tidak menginap lebih dominan, sehingga belum berdampak pada okupansi hotel.
Ia menambahkan, wisatawan lokal umumnya datang untuk menikmati destinasi alam di Jember, namun tidak melanjutkan dengan aktivitas bermalam. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya kontribusi sektor pariwisata terhadap industri perhotelan.
Untuk itu, PHRI Jember mendorong pemerintah daerah agar lebih agresif dalam melakukan promosi wisata, terutama untuk menarik wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara. Selain itu, penyelenggaraan event berskala nasional hingga internasional juga dinilai penting guna meningkatkan lama tinggal wisatawan.
Sementara itu, anggota Pansus LKPJ 1, Wahyu Prayudi Nugroho, mengusulkan adanya kebijakan yang mampu mendorong arus kunjungan wisatawan dari luar Kabupaten Jember. Ia menyinggung kebijakan sebelumnya yang sempat membatasi kegiatan kunjungan pelajar ke luar daerah.
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada hubungan timbal balik dengan pelaku usaha perjalanan wisata di luar daerah yang menjadi enggan membawa wisatawan ke Jember.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Jember, Yunita Maharani, menyatakan pihaknya menerima berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia memastikan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada tahun 2026.
Berdasarkan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Jember tercatat mencapai sekitar 1,8 juta orang. Angka tersebut meningkat sebanyak 577.335 kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah wisatawan itu juga diikuti dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar 2,08 persen atau mencapai Rp50,87 miliar. Namun demikian, peningkatan tersebut dinilai masih perlu dioptimalkan agar berdampak lebih luas, khususnya bagi sektor perhotelan dan industri penunjang lainnya.
<<<< FIT
(123 views)