
Kawan KISS FM,
RSD Dr. Soebandi Jember kembali mencatatkan capaian pendapatan sebesar Rp31 miliar pada Februari 2026. Angka tersebut meningkat hingga 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada di kisaran Rp15 miliar.
Capaian itu terungkap dalam hearing jajaran direksi dan dewan pengawas RSD Dr. Soebandi bersama Komisi D DPRD Jember di ruang Komisi D, Selasa, 3 Maret 2026.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidzi Kholis, meminta manajemen rumah sakit memaparkan secara rinci sumber-sumber pendapatan tersebut. Menurutnya, keterbukaan data diperlukan agar seluruh anggota dewan memahami komposisi pemasukan sebagai dasar evaluasi dan penyusunan anggaran berbasis data akurat.
Hafidzi juga menyoroti sistem digital dan teknologi informasi (IT) rumah sakit yang dinilai belum berfungsi maksimal. Ia berharap dewan pengawas dapat memberikan rekomendasi strategis untuk membenahi sistem tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi D lainnya, Wahyu Prayudi Nugroho, mengapresiasi kinerja manajemen atas capaian pendapatan Februari yang mencapai Rp31 miliar, relatif stabil dibandingkan Januari 2026. Ia menilai lonjakan tersebut signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp15 miliar. Fit-04-Wahyu.
Sementara itu, Direktur Utama RSD Dr. Soebandi Jember, dr Nyoman Semita, menjelaskan pihaknya terus melakukan pembenahan, termasuk pengembangan sebagai rumah sakit pendidikan untuk program spesialis. Selain itu, rumah sakit tersebut juga menjadi rujukan utama di wilayah Jember bagian timur dengan cakupan layanan sekitar 2,7 juta penduduk, termasuk dari kabupaten tetangga.
Namun demikian, Nyoman mengakui kapasitas ruang rawat inap masih belum memadai. Dari kebutuhan ideal sekitar 700 tempat tidur, saat ini ketersediaan baru mencapai lebih dari 300 tempat tidur.
(92 views)