
Cuaca ekstrem berdampak besar pada petani tembakau di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Banyak dari mereka mengalami kerugian hingga harus melakukan tanam ulang sampai tiga kali karena tanaman tidak berhasil tumbuh akibat kondisi cuaca yang buruk.
Hal ini disampaikan anggota DPRD Jember, Muhammad Hafidzi Kholis, dalam kegiatan reses pada masa sidang ketiga tahun 2025 yang digelar di aula Ponpes Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Kamis (04/12/2025).
Dia menyebut, para wali siswa di lembaga pendidikannya, mengaku menghadapi kesulitan ekonomi akibat kerugian yang disebabkan gagal panen tembakau, bahkan beberapa mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Melihat kondisi tersebut, Hafidzi turun langsung ke sentra produksi tembakau di daerah pemilihannya, seperti Kecamatan Silo, Mayang, Mumbulsari, dan Tempurejo. Keluhan petani pun rata-rata sama, sehingga ia berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan solusi atas persoalan yang dialami petani.
Dalam forum yang sama, Hafidzi juga menyampaikan keprihatinannya karena Program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jember tidak direalisasikan. Akibatnya, berbagai aspirasi terkait pembangunan jalan, pengairan, hingga pendidikan di wilayah dapilnya terhenti. Kondisi tersebut disebut terjadi karena adanya pengurangan dana transfer pusat ke daerah yang mencapai sekitar Rp350 miliar.
Hafidzi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agar Pokir yang diajukan pada APBD 2025 dapat direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya. (Hafit)
(237 views)