Bawaslu Jember Minta Peserta Pemilu Menahan Diri Tak Berkampanye di Media Sosial

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember meminta kepada peserta pemilu baik itu partai politik, calon legislatif hingga tim sukses Capres-Cawapres di Kabupaten Jember untuk tidak melakukan kampanye di media sosial.

Ketua Bawaslu Jember, Sanda Aditya Pradana mengatakan, kampanye di media sosial secara aturan baru boleh dilakukan mulai tanggal 21 Januari 2024.

Kampanye di media sosial pun, juga memiliki banyak aturan dengan tidak membuat narasi yang saling menjatuhkan.

Untuk itu, Bawaslu Jember kini menggandeng Diskominfo, media mainstream, hingga Tim Cyber Polres Jember untuk turut memantau aktivitas kampanye di media sosial. Bila ditemukan, maka bisa melapor ke Bawaslu.

Sanda mengatakan, pihaknya juga melakukan pemantauan di media mainstream baik cetak, online, radio dan televisi. Kendati demikian, pihaknya merasa tidak sanggup bila Bawaslu harus memantau sendiri pergerakan aktivitas kampanye di media sosial.

Bila ditemukan, katanya, pasti ada sanksi administratif yang bisa dikeluarkan oleh KPU atau Bawaslu Provinsi. Kendati demikian, Bawaslu Jember harus melakukan langkah preventif terlebih dahulu.

Bila masih ditemukan pelanggaran, pihaknya baru akan mengeluarkan imbauan saran perbaikan dilengkapi dengan bukti. Terakhir, bila masih ditemukan pelanggaran, maka pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi agar peserta pemilu yang bersangkutan, bisa mendapatkan sanksi.

<<<<ULIL

(203 views)