Serikat Buruh di Jember Tanggapi Keluhan Perusahaan Sulit Meningkatkan Etos Kerja

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jember merespons keluhan sejumlah perusahaan yang mengeluhkan sulitnya meningkatkan etos kerja. Alasan tersebut digunakan sejumlah perusahaan untuk tidak membayar pekerjanya sesuai standar UMK.

Sekretaris DPC SPSI Jember, Taufik Rahman mengatakan, alasan tersebut menurutnya hanya dibuat-buat sebagai alasan tidak mau membayar pekerjanya secara layak. Menurutnya, etos kerja bisa ditingkatkan bila ada komunikasi yang baik antara petinggi perusahaan dengan pekerjanya.

Sebelumnya, Disnaker Jember menyebut, sejumlah perusahaan mengeluhkan sulitnya meningkatkan etos kerja karyawannya, sehingga enggan meningkatkan upah. Disnaker juga menyebut, dari 2000 lebih perusahaan yang ada di Jember, hanya sekitar 800 yang mampu membayar sesuai standar UMK.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan, dari catatannya sekitar 30 persen perusahaan di Jember memang belum bisa memberikan upah standar.

Etos kerja, kata Taufik, bisa dibangun dengan  keterbukaan dan rasa saling memiliki. Contohnya, pengusaha tidak menganggap karyawan sebagai beban, dan karyawan memiliki rasa memiliki terhadap perusahaan.

Sebelumnya, Dewan Pengupahan Provinsi dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah memutuskan besaran UMK Jember tahun 2024 sebesar Rp2.665.392, atau naik Rp109.729 dari UMK sebelumnya.

<<<<<ULIL

(180 views)