Disnaker Ungkap Alasan Banyak Perusahaan di Jember Belum Membayar Sesuai Standar UMK

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember mencatat, hingga November 2023 sekitar 2000 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Jember, baru sekitar 800 yang bisa membayar pekerjanya dengan standar UMK.
 
Kepala Disnaker Jember Suprihandoko mengungkap sejumlah penyebab dan alasannya. Menurutnya, banyak perusahaan yang mengeluh kesulitan meningkatkan etos kerja para pekerjanya.
 
Bahkan dia menyebut, ada satu perusahaan di Jember dengan 1000 lebih karyawan, akan memindahkan pusat bisnisnya ke daerah lain.
 
Kendati demikian, Suprihandoko meminta agar perusahaan tetap transparan. Bila memang sudah mampu, perusahaan wajib membayar sesuai standar UMK.
 
Lebih lanjut, Suprihandoko juga mengungkap rendahnya kompetensi yang dimiliki generasi muda yang masih menganggur. Dia mencontohkan, pada Agustus 2023 lalu, pihaknya telah menggelar job fair. Hasilnya, dari 4000 lowongan kerja, terdapat 5000 lebih pelamar.
 
Namun, dari ribuan pelamar tersebut, hanya ada 200 orang yang memenuhi standar kualifikasi perusahaan. Padahal, dengan banyaknya jumlah lowongan kerja, harusnya peluang untuk diterima juga semakin tinggi.
 
Untuk itu. pihaknya menilai persoalan ini harus menjadi atensi bersama. Tidak hanya perusahaan, namun juga semua pihak yang memiliki peran meningkatkan kompetensi sdm calon pekerja.

<<<ulil

(139 views)