Gelar Aksi Gabungan, Driver Transportasi Online Jember Tuntut Aturan Batas Tarif Diterapkan

Pengemudi transportasi online yang tergabung Dalam Forum Komunikasi Online Jember Bersatu (FKOJB) melakukan aksi damai di Kantor Pemkab dan Dprd Jember, Selasa 31 Oktober 2023.

Selama aksi berlangsung antara pukul 07.00 – 13.00 WIB, sekitar 1.500 driver online mematikan aplikasi pemesanan ojek motor, mobil atau food di kawasan kota.

Massa aksi menuntut kepada pemerintah agar aplikator mau menerapkan aturan berdasarkan  SK Gubernur tentang tarif angkutan.

Ketua FKOJB, Charis Sakti Fitriadi mengatakan, batas tarif bawah yang ditetapkan aplikator hingga saat ini masih merugikan para driver online, sebab terlalu murah, jauh dari ketentuan yang sudah ditentukan Pemprov Jatim.

Dalam aturan Pemprov Jatim tersebut, tarif batas bawah sebesar Rp 3.800 per kilometer dan tarif batas atas sebesar Rp 6.500 per kilometer untuk roda empat. Serta tarif minimal sebesar Rp 15.200 per kilometer yang harus dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh empat kilometer pertama.

Sedangkan keputusan gubernur yang mengatur ojek online kendaraan roda dua sebesar Rp 2.000 per kilometer, biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.500 per kilometer, dan biaya jasa minimal dengan rentang Rp 8.000 – Rp 10.000.

Dia mencontohkan, bila titik jemput dari driver 5 kilometer dan harus mengantar dengan kondisi macet dan lain sebagainya dengan jarak 5 kilometer, mereka hanya mendapatkan uang bersih Rp8.500, setelah dipotong dengan asuransi dan lainnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan kondisi tersebut sudah dirasakan sejak satu tahun terakhir. Ditambah dengan adanya beberapa aplikator yang menerapkan tarif lebih murah.

<<<<ulil

(241 views)