Anggota Pansus 4 DPRD Jember Minta Pemkab Tidak Jadikan Gumuk Sebagai Wilayah Tambang

Anggota pansus 4 DPRD Jember yang membahas raperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), meminta agar pemkab tidak menjadikan gumuk masuk ke wilayah pertambangan.
     
Dalam paparan OPD pengusul raperda, di sidang perdana pansus menyebut gumuk yang tersisa tersebar di Kecamatan Sumbersari, Jenggawah, Pakusari, Jelbuk dan Kalisat.
 
Peta wilayah tersebut, berdasarkan hasil foto satelit. Dan diklaim sudah tidak menimbulkan berbahaya bencana, seperti longsor dan gempa bumi.
    
Wakil Ketua Pansus 4 DPRD Jember, Mufid langsung beraksi dan meminta agar peta wilayah gumuk tersebut, tidak disebut lagi sebagai wilayah pertambangan.
 
Selanjutnya untuk melindungi gumuk, harus dimintakan nomenklatur tersendiri, sebagai wilayah perkebunan rakyat.
 
Sebab, keberadaan gumuk sangat vital di Indonesia, selain tempat resapan air, juga sebagai sumber oksigen.
    
Mufid juga menyebut hanya ada 2 negara di dunia yang memiliki gumuk, yakni jepang dan Indonesia.
 
Kalau di Indonesia banyak tersebar di wilayah Jawa Timur satu di antaranya di wilayah Kabupaten Jember.
    
Sebelumnya, pansus 4 DPRD Jember, mulai membahas raperda perubahan Perda RTRW nomor 1 tahun 20215. Tim pengusul mulai memaparkan secara garis besar raperda yang mendapatkan perhatian masyarakat, yakni Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Pertanian Berkelanjutan (LPB), kawasan pertambangan, dan lain sebagainya. Tentunya pansus masih akan mempelajari paparan OPD yang mengusulkan tersebut. (Hafid)

(128 views)