Curah Hujan Tinggi, BPBD Jember Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebut curah hujan di bulan November ini cukup tinggi. BPBD Jember telah memetakan sejumlah titik rawan bencana banjir, longsor, dan banjir bandang. BPBD mengimbau masyarakat selalu waspada bila hujan sudah berlangsung lebih dari 2 jam.

Kepada Prosalina, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Jember, Rahman Subagyo, mengatakan, ada enam kecamatan di Jember yang rawan dan sering terjadi luapan banjir. Enam kecamatan tersebut, yaitu Kecamatan Bangsalsari, Rambipuji, Kaliwates, Wuluhan, Tempurejo, dan Sumberbaru. Sementara itu, wilayah rawan longsor yang harus diwaspadai, yakni di jalur Gunung Gumitir, perbatasan antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi.

Saat ini, lanjut Rahman, di jalur Gunung Gumitir sudah terdapat 3 titik longsor. Pengendara harus waspada saat melintas di jalur tersebut, terutama saat hujan turun.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jember selalu berkoordinasi dengan lintas sektoral, seperti TNI, Polri, relawan, Tim Reaksi Cepat, dan unsur terkait lainnya untuk menangani setiap potensi dan penanggulangan bencana. Para relawan yang tersebar di berbagai kecamatan juga aktif memberikan informasi terbaru kepada BPBD terkait potensi bencana.

Lebih lanjut, Rahman mengatakan, untuk wilayah rawan banjir bandang ada di Kecamatan Panti. BPBD Jember telah memberi catatan khusus untuk wilayah Panti karena pernah terjadi banjir bandang besar pada tahun 2006.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah memasang alat deteksi dini bencana atau Early Warning System (EWS). Jika ketinggian debit air sudah mencapai 60 sampai 70 cm,  maka alat EWS akan berbunyi untuk memberi tanda bahaya kepada warga sekitar. Masyarakat juga telah mendapat edukasi ketika mendengar suara sirine EWS harus segera mengevakuasi diri. (Ulil)

(67 views)