Kuasa Hukum Siswa Pemilik Tendangan Maut Minta Keringanan

Naniek Sugiarti, kuasa hukum MR, siswa SMKN 2 Jember pemilik tendangan maut, minta keringanan hukuman. Sebab, hukuman 5 tahun, di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) Kelas 1 Blitar, dirasa sangat berat. 

Menurut Naniek, pelaku saat ini sudah menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan serupa. Selain itu, pelaku masih anak bawah umur dan tidak layak untuk dipidana. 

Bahkan perjalanan hidupnya masih panjang, untuk menempuh cita-citanya di masa depan. Apabila dituntut masuk tahanan umum, tambah pengaruh sangat besar tidak baik terhadap kliennya. Sebab, selama di tahanan kurang pembinaan dan pendidikan. 

Naniek juga menegaskan sepakat Jika MR, ditempatkan di LPKA kelas 1 Blitar. Juga dengan pidana denda diganti dengan pelatihan kerja selama 3 bulan di LKSA Bengkel jiwa Jember.

Ketua majelis hakim pengadilan negeri Jember, Frans Kornelizen menunda sidang Jumat, 23 September 2022, dengan Agenda pembacaan putusan.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum, Adik Sri Sumarsih menuntut hukuman MR, pemilik tendangan maut dengan hukuman 5 tahun di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) Kelas 1 Blitar. MR, terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana telah melakukan kekerasan terhadap anak, yang mengakibatkan anak mati.

(40 views)