Tim Investigasi Unej Mulai Selidiki Dugaan Perpeloncoan Mahasiswa Baru

Merespons dugaan perpeloncoan dalam kegiatan Pengenalan dan Pembekalan Mahasiswa Baru (P2MB) Fakultas Teknik, Rektor Universitas Jember membentuk tim investigasi. Tim yang berjumlah 7 orang itu mulai melakukan serangkaian investigasi untuk menyelidiki persoalan yang sebenarnya terjadi.

Wakil Rektor I Universitas Jember, Prof. Slamin mengatakan, sejauh ini, data yang dihimpun oleh tim investigasi berasal dari sumber pemberitaan. Namun, dalam waktu dekat, tim tersebut akan mulai melakukan investigasi dengan memanggil panitia maupun mahasiswa baru yang menjadi korban.

Slamin memastikan, tim investigasi tersebut akan bekerja dan sudah memperoleh hasil dalam waktu 7 hari terhitung mulai hari ini. Jika memang nantinya ditemukan adanya pelanggaran dalam kegiatan P2MB, maka Slamin memastikan akan memberikan sanksi tegas.

Berdasarkan aturan yang ada, pelanggaran dalam kegiatan P2MB akan diberi sanksi mulai teguran hingga pembekuan organisasi mahasiswa yang terlibat.

Sebelumnya, AW, keluarga salah satu mahasiswa yang menjadi korban perpeloncoan melayangkan protes kepada Fakultas Teknik Universitas Jember. AW menilai, kegiatan P2MB yang digelar oleh BEM Fakultas Teknik sudah keterlaluan.

Mahasiswa baru yang dibagi menjadi beberapa kelompok, diberi tugas yang terlalu memberatkan dan tidak memiliki nilai edukasi. Mahasiswa baru diminta menemui kakak angkatannya.

Kemudian mendapatkan tugas. Jika tidak berhasil menyelesaikan tugas itu, maka mahasiswa baru diancamkan tidak mendapatkan tanda tangan, bahkan tidak mendapatkan sertifikat P2MB.

Tidak cukup sampai di situ, waktu pelaksanaan P2MB yang ternyata digelar di luar kampus membebani mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang berangkat pagi hari, sering pulang hingga larut malam, bahkan dini hari. 

Akibatnya, sebanyak 21 mahasiswa baru sempat tidak masuk karena sakit. Setelah diperiksa dokter, mereka dinyatakan sakit akibat stres.

(45 views)