Cerai Mendahului Izin Gubernur, Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Didesak Dicopot

Seorang oknum pejabat di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang, didesak agar dicopot dari jabatannya. Permintaan itu disampaikan Gerakan Masyarakat Peduli Transparansi Indonesia atau Gempita Jatim.

Ketua Gempita Jatim Syamsul Budiona dalam keterangan tertulis menyampaikan, oknum pejabat berinisial RD, diduga bercerai tanpa menunggu izin turun dari Gubernur Jawa Timur. Berdasarkan data yang diterima, Gempita, RD sudah resmi cerai di Pengadilan Agama pada tanggal 8 Desember 2021. Sementara izin dari Gubernur Jawa Timur baru turun pada tanggal 7 Juli 2022.

Syamsul menilai, tindakan RD telah melanggar beberapa aturan. Yakni PP No. 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Perubahan Atas PP No. 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil.

Selain itu, RD juga diduga melanggar PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipi DAN Surat Edaran Kepala BAKN Nomor: 08/SE/1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil.

Meskipun sudah jelas melakukan pelanggaran, namun faktanya RD hingga saat ini masih berstatus pejabat Plt di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang. Karena itulah, Gempita mendesak Gubernur Jawa Timur segera mencopot RD dari jabatannya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang, Mahrus Syamsul mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut. Hanya saja, pihaknya sejauh ini masih mendalami persoalan tersebut.

Mahrus berjanji, akan memanggil yang bersangkutan agar menghadap. Pihaknya akan meminta klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Sebab sejauh ini, Mahrus mengaku pemahaman dirinya terhadap persoalan ini masih minim.

Sementara RD saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak merespons. Namun, RD sempat memberikan penjelasan melalui pesan Whatsapp.

Dalam pesan Whatsapp tersebut, RD mengaku dirinya sudah menghadap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang, Mahrus Syamsul.

Sementara terkait perceraian yang dilakukan mendahului izin Gubernur Jatim, RD mengaku bahwa gugatan tersebut didaftarkan oleh suaminya. selanjutnya RD memasrahkan sepenuhnya persoalan yang dialami kepada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur.

(169 views)