Kisah Penyintas Covid-19 yang Sukses Lindungi Keluarga Saat Isoman

Isolasi mandiri di rumah saat terjangkit covid-19, bukanlah hal mudah dilakukan. Selain berkonsentrasi meningkatkan imun agar segera pulih, sesorang yang melakukan isoman juga harus bisa menjaga anggota keluarga, agar tidak turut tertular covid-19.

Deni, seorang pemuda asal Kecamatan Sumbersari yang berprofesi sebagai penyiar, merupakan salah satu orang yang sukses menjaga keluarga dari penularan covid-19, saat dirinya melakukan isolasi mandiri di rumah.

Deni sama sekali tidak menyangka, bahwa dirinya akan terjangkit covid-19. Sebab selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan setiap beraktifitas.

Deni merasakan sakit dengan gejala mirip covid-19, tepat dua hari setelah rekan yang sempat diajaknya mengobrol bebrapa waktu lalu dinyatakan positif covid-19.

Meski tidak memiliki riwayat komorbid, Deni merasakan sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Awalnya pada tanggal 6 bulan Juli 2021 lalu, Deni merasa tidak enak badan seperti orang masuk angin. Semakin lama pinggangnya terasa panas, dada terasa ada yang menekan, hilang indra perasa, termasuk batuk disertai demam yang cukup tinggi.

Sejak awal munculnya gejala ringan, Deni langsung memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Deni yang menyadari covid-19 sangat mudah menular,  akhirnya dengan penuh kesadaran memutus hubungan interaksi secara tatap muka dengan seluruh anggota keluarga yang ada di rumah itu, dengan mengunci diri di dalam kamar.

Selama memutuskan interaksi dengan orang luar, Deni tetap melaksanakan aktifitas ibadah seperti salat. Karena kamar mandi di rumah itu hanya ada satu dan harus berbagi dengan anggota keluarga lain, setiap hendak ke kamar mandi meminta keluarganya agar tak mendekat ke kamar mandi.Deni juga memastikan sebelum meninggalkan kamar mandi sudah membersihkan seluruh bagian kamar mandi.

Sementara untuk makan sehari-hari, Deni meminta keluarganya agar hanya menaruh makanan di depan pintu kamar. Deni juga memisahkan alat makannya dengan alat makan keluarganya.

Saat berjemur untuk meningkatkan imunitas tubuh, Deni meminta keluarganya menjauh atau masuk ke kamar masing-masing. Mereka diperbolehkan keluar kamar setelah Deni selesai berjemur dan masuk ke kamarnya.

Selama berada di dalam kamar, Deni juga melakukan olahraga dan mencari kegembiraan dengan menonton film.

Setelah selama 11 hari melakukan isolasi mandiri dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, makan makanan bergizi ditambah vitamin, akhirnya Deni dinyatakan negatif berdasarkan hasil Swab PCR.

Hasil negatif covid-19 tidak lantas membuat Deni langsung mengabaikan protokol yang selama isolasi mandiri dilakukannya. Sebelum mengakhiri isolasi mandiri, Deni menyeterilkan sendiri kamar yang ditempati selama 11 hari.

Deni bepesan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri agar lebih ketat lagi dalam menerapkan protokol kesehatan. Menurut Deni, kebanyakan warga yang melakuka isolasi mandiri malah menularkan virus kepada anggota keluarga, salah satunya karena tidak melakukan protokol kesehatan secara ketat.

(721 views)