Rebut jenasah pasien covid oleh warga kembali terjadi. Kali in warga desa Jatian Pakusari bukan hanya merebut jenasah, tetapi juga menganiaya petugas pemakaman. BPBD minta ada jaminan keamanan dari pemangku keamanan di wilayah pakusari khususnya, ketika petugas pemakaman BPBD menjalankan tugasnya.
Plt kepala BPBD Jember Mohammad Jamil menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi tanggal 17 Juli lalu, sekitar jam 6 sore. Saat itu petugas pemakaman BPBD sudah berada di lokasi sebelum mobil jenasah RSD Subandi yang mengantar jenasah datang. Saat mobil jenasah sampai di lokasi, puluhan warga mengambil paksa jenasah untuk di sholatkan di mushola dan akan dimakamkan sendiri.
Petugas pemakaman berupaya mempertahankan agar proses pemakaman tetap mereka laksanakan sesuai protokol kesehatan, sesuai tanggung jawab mereka. Saat itulah di depan muspika setempat, beberapa petugas pemakaman ada yang dipukul, dibanting bahkan di lempari batu oleh warga. Petugas akhirnya memilih pergi untuk menyelamatkan diri.
Untuk sementara lanjut Jamil, saat ini petugas pemakaman menolak melayani proses pemakaman khusus di wilayah Pakusari, sebelum ada jaminan keamanan dari pemangku wilayah. Jamil juga merasa tidak perlu melaporkan peristiwa ini, karena peristiwa tersebut terjadi di depan petugas dari kecamatan, Koramil dan Polsek setempat.
Sementara Kasat Reskrim polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi Jumat siang, mengaku masih mendalami peristiwa tersebut, dengan mengumpulkan informasi di sekitar lokasi.
(890 views)