BPBD Jember akan segera melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana. Hal ini perlu dilakukan menyusul informasi dari BMKG, bahwa Jember salahsatu dari 8 wilayaj di Jawa Timur yang berpotensi terdampak gempa.
Plt Kepala BPBD Jember Mohammad Djamil mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi internal, untuk merumuskan pola sosialisasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Sehingga sosialisasi tersebut tidak justru menimbulkan ketakutan, tetapi masyarakat tetap waspada.
Rencananya sosialisasi tersebut akan melibatkan seluruh komunitas tanggap bencana di pesisir pantai selatan, agar pendekatan kepada masyarakat bisa lebih mudah. Dengan upaya ini diharapkan jika memang sewaktu-waktu terjadi bencana, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sehingga dapat meminimalisir resiko.
Sebelumnya dari hasil kajian dan mitigasi bencana BMKG, jika terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 8,2, akan berpotensi menyebabkan tsunami dengan ketinggian 16 meter selama 29 menit, atau air naik ke daratan sejauh 3 kilometer. Dari kajian tersebut BPBD Jawa Timur menyebut ada 8 yang berpotensi terdampak, diantaranya Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang, Blitar, Telrenggalek, Tulungagung dan Pacitan.
(741 views)