PSHT Tolak Tandatangani Kesepakatan Bersama Untuk Hindari Konflik Antar Perguruan Silat

Ketua Persudaraan Setia Hati Terate PSHT Jember menolak menandatangani berita acara kesepakatan hasil hearing bersama DPRD, Wakil bupati, Kapolres, IPSI, PCNU dan Pagar Nusa Kamis Sore. Pertemuan tersebut di gelar sebagai upaya, agar kedepan tidak terjadi lagi perkelahian antar anggota perguruan silat di Jember.

Ketua PSHT Jember Jono Wasinnudin menyatakan alasannya menolak menandatangani kesepakatan tersebut, karena belum melakukan sosialisasi di tingkat bawah. Jono khawatir justru dianggap mengingkari kesepakatan, jika anggotanya dibawah belum terkondisikan. Karena itu dirinya terlebih dahulu akan menyampaikan hal ini kepada seluruh pengurus wilayah.

Sementara wakil bupati Jember Mohammad Balya Fiejoun Barlaman menjelaskan, kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk Jember kondusif, agar perkelahian dan segala bentuk kekerasan antar perguruan tidak terjadi lagi. Terlebih kesepakatan ini berlaku untuk semua perguruan silat, bukan hanya perguruan silat tertentu saja. Jika PSHT menolak tandatangan sementara seluruh yang hadir sudah tandatangan, Firjoun khawatir justru masyarakat akan memiliki persepsi berbeda.

Aa 4 poin kesepakatan dalam pertemuan tersebut. Pertama pelaku penganiayaan atau perusakan akan ditindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku, kedua pemkab akan memberikan sanksi hingga terberat berupa pembekuan organisasi. Ketiga polisi akan memberikan tindakan tegas terukur terhadap segala bentuk tindakan premanisme, dan terakhir semua pihak menjunjung tinggi sportifitas dan budaya luhur bangsa.Meski seluruh pihak yang hadir dalam forum tersebut mendesak agar ketua PSHT Jono Wasinudin menandatangani kesepakatan tersebut, hingga pertemuan berakhir PSHT menjadi satu-satunya peserta rapat yang menolak bertandatangan.

(826 views)