Modus Terapi Payudara, Calon Profesor Salah Satu PTN di Jember Cabuli Keponakannya Sendiri

Diduga mencabuli ponakannya sendiri yang masih di bawah umur, oknum dosen yang digadang akan dipromosikan sebagai profesor dilaporkan ke Mapolres Jember. Dalam melancarkan aksinya tersangka menyodorkan jurnal tentang terapi payudara kepada korban.

Ibu korban yang enggan disebut namanya menceritakan, korban yang masih duduk di bangku SMA sudah sejak tahun 2019 tinggal di rumah pelaku yang tak lain merupakan pamannya sendiri. Awalnya pelaku menyebut korban mengalami kangker payudara, sehingga korban kemudian menyodorkan jurnal berbahasa asing terkait terapi kanker payudara.

Dengan berbekal bacaan di jurnal itu pelaku mengaku bisa menyembuhkan kanker payudara yang dialami korban dengan pengobatan terapi. Meski korban menolak dan memilih masuk ke dalam kamar, namun oleh pelaku justru diikuti.

Pada saat di kamar itulah korban mulai melancarkan aksinya dengan melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Tidak hanya sekali, tepat pada tanggal 26 Maret 2021 lalu pelakg kembali melancarka aksi serupa kepada korban.

Pada aksi yang kedua ini, korban yang memang sudah memiliki bekal bagaimana bertindak saat mengalami pelecehan seksual, langsung merekamnya. Selanjutnya korban menyuarakan apa yang dialaminya di media sosial hingga akhirnya sampai kepada ibunya. Untuk memberikan efek jera, ibu korban melaporkan pelaku ke Mapolres Jember.

Sementara Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna kepada sejumlah wartawan juga membenarkan adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknun dosen di lembaga yang dipimpinnya. Iwan mengaku saat ini pihaknya sudah membentuk tim investigasi guna menangi persoalan tersebut.

Namun yang pasti lanjut Iwan, saat ini pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sambil juga mengumpulkan barang bukti secara aktif, pihaknya akan bersinergi dengan pihak kepolisian sebagai pihak yang berwenang menindaklanjuti kasus dugaan pencabulan itu.

(57 views)