Pegiat HAM Nilai Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Kekerasan Jurnalis Belum Serius

Herlambang Wiratraman, Akademisi dan Peneliti Pusat Studi Hukum HAM Fakultas Hukum Universitas Airlangga mengecam aksi kekerasan terhadap Jurnalis Tempo bernama Nurhadi di Surabaya yang diduga dilakukan oleh aparat beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan Herlambang menjelaskan, kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh aparat masih terus terjadi secara berulang. Parahnya proses hukum terhadap para pelaku rentetan kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia kerapkali mentah di tingkat penyelidikan. Hal ini terjadi akibat negera tidak serius menangi persolan tersebut.

Herlambang khawatir dengan tidak berfungsinya hukum secara baik terkait persoalan kekerasan terhadap jurnali malah memunculkan kekerasan-kekeran lain di kemudian hari. Untuk itu pemerintah perlu mengevaluasi proses penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

Sebab menurut Herlambang, kekerasan dengan alasan apapun tidak diperbolehkan dan melanggar Hak Asasi Manusia. Terlenih seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang-undang. Dan jurnalis memiliki peran penting terhadap tegaknya demokrasi di republik ini.

Lebih lanjut Herlambang meminta aparat penegak hukum untuk serius dalam menangi kekerasan terhadap Nurhadi di Surabaya. Sebab jika tetap saja tidak serius, bukan tidak mungkin ke depannya para aparat akan dengan mudah melakukan kekerasan terhadap jurnalis, meskipun jelas-jelas itu melanggar pasal 18 ayat 1 undang-undang pers.

(15 views)