Birokrasi Gaduh, Wabup Minta Seluruh Pejabat Pemkab Jember Cooling down

Jajaran birokrasi pemkab Jember kembali gaduh, pasca bupati mengundangkan perbup SOTK yang baru. Mendadak wakil bupati mengumpulkan seluruh pejabat di aula PB. Sudirman Selasa pagi, untuk meredam kegaduhan birokrasi agar tidak berdampak luas terhadap pelayanan publik.

Wakil bupati Jember Muqit Arief menjelaskan, dieinya mendapat informasi ada puluhan pejabat pemkab pasca mosi tidak percaya beberaoa waktu lalu,  kembali berkumpul akibat adanya perbup KSOTK baru. karena itu dirinya hadir di aula PB. Sudirman, untuk memberikan arahan kepada seluruh pejabat pemkab.

Dalam arahan tersebut dirinya menyampaikan, agar semua pejabat definitif tetap bekerja memberikan pelayanan seperti biasa, dan meminta dengan hormat para plt baru yang ditunjuk oleh bupati menahan diri, setidaknya satu dua hari sampai ada arahan dari pemprov dan pusat. Sebab menurut Muqit kegaduhan yang terus menerus terjadi di Jember, tidak akan ada yang bisa menyelesaikan selain pemprov dan pusat.

Sementara Sekkab Definitif Mirfano mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pengundangan perbup nomor 29 tahun 2021, tentang KSOTK yang baru. Dampak terbitnya KSOTK yang baru lanjut Mirfano, terjadi krisis legalitas pejabat yang sangat sensitif, dan berdampak terhadap pelayanan publik.

Diberitakan sebelumnya Senin siang bupati kembali mengeluarkan SK pejabat definitif, dengan memakai dasar hukum perbup 29 tahun 2021 tentang KSOTK. Keputusan bupati tersebut dinilai cacat hukum, karena dalam prosesnya tidak melibatkan sekda definitif, dan melanggar surat edaran mendagri. Sehingga saat ini terdapat dualisme pimpinan di sejumlah OPD, masih ada pejabat definitif tetapi juga ada pejabat baru yang berstatus Plt.

(225 views)