13 orang pejabat Pemkab Jember Kembalikan SK Mutasi

13 orang pejabat pemkab Jember mengembalikan SK mutasi yang dikeluarkan oleh bupati kepada sekkab. Mereka menolak melaksanakan SK tersebut, karena dinilai melanggar surat Mendagri tertanggal 23 Desember, yang melarang dilakukannya mutasi dalam jabatan pasca pelaksanaan pilkada serentak.

Kepala Dispemasdes Eko Heru Sunarso salah satu yang dicopot dari jabatannya mengatakan, Selasa malam dirinya mendapat SK dari bupati yang diantar ke rumahnya oleh staf pendopo. Dalam surat tersebut dirinya dinilai melakukan pelanggaran, sehingga dibebastugaskan dari jabatannya. Padahal selama ini Heru merasa tidak pernah mendapatkan surat teguran maupun pemeriksaan oleh Inspektorat, sehingga tidak pernah tahu apa kesalahannya.

Karena itu dirinya menolak SK tersebut, karena sesuai aturan menjatuhkan sanksi prosesnya tidak semudah itu. SK dari bupati tersebut dikembalikan melalui Sekkab dalam apel pagi Rabu 30 Desember, bersama dengan 13 orang ASN yang menerima SK serupa.

Pengembalian SK mutasi juga dilakukan oleh 13 pejabat lain diantaranya kepala BKPSDM Ruslan Abdulgani, Plt Kadinsos Widi Prasetyo, Kabag Hukum Ratno Sembada Cahyadi Serta pejabat eselon 3 dan 4 lainnya. Mereka hari ini masih akan bertahan bekerja di kantor masing-masing. Sementara bupati Faida saat dikonfirmasi saat menghadiri peresmian RS Paru sebagai rumah sakit rujukan covid-19 belum bersedia memberikan tanggapan, dengan alasan masih ada tamu. Bahkan ketika akan dikonfirmasi melalui telefon selularnya di reject.

(277 views)