Dituding Main Politik, GRJ Desak Kejagung Copot Kajari dan Kasi Datun

Belasan aktifis yang tergabung dalam Gerakan Reformasi Jember atau GRJ, Senin siang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Jember. Mereka mendesak Kejagung untuk meriksa Kajari Jember dan Kasi Datun yang dituding terlah masuk ke ranah politik.

Koordinator aksi Kustiono Musri kepada sejumlah wartawan menjelaskan, enam bulan lalu pihaknya sudah melihat Kejari Jember mulai bermain politik, dengan mempertemukan Bupati Jember Faida dengan Ketua DRPD Itqon Syauqi terkait persoalan APBD Jember 2020. Tidak cukup sampai di situ, beberpa hari yang lalu Kejari Jember kembali bermain politik bahkan mencoba mengintimidasi Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arif dalam pertemuan bersama Bupati Faida, Kasidatun dan beberapa ASN Pemkab Jember.

Parahnya lanjut Kustiono, usai melakukan intimidasi tersebut pihak Kejari Jember malah berusaha melakukan kebohongan publik dengan memberikan keterangan mengada-ngada kepada wartawan. Untuk itulah GRJ dalam waktu dekat akan melayangkan surat ke Kejagung, mendesak agar Kajari Jember dan Kasidatun diperiksa. Bahkan jika perlu dicopot dari jabatannya.

Sementara Kajari Jember Prima Idwan Mariza kepada sejumlah wartawan menjelaskan, atas pertemuan beberapa waktu lalu yang kini jadi polemik sudah meminta maaf secara pribadi dan kelembagaan kepada Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arif. Prima juga menyampaikan pihaknya sudah mencegah Bupati Faida datang ke Kejari Jember dengan memintanya berkirim surat saja.

Namun ternyata secara tiba-tiba Bupati Faida datang bersama beberapa ASN Pemkab Jember, satu orang dosen dan Wabup. Sehingga meskipun pihaknya sedang padat acara, pihaknya menemui kunjungan Faida karena posisinya sebagai tamu.

(214 views)