Terdakwa Politik Uang Divonis Tiga Tahun Penjara

Ahmad Zaini warga Desa Sukorejo Kecamatam Bangsalsari, terdakwa kasus politik uang akhirnya divonis tiga tahun penjara, denda 200 juta rupiah subsider dua bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember. Putusan tersebut sama dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum Yuri Artana Putra kepada sejumlah wartawan menjelaskan, majelis hakim pengadilan negeri jember dalam putusannya, memutuskan terdakwa terbukti melakukan politik uang dengan membagikan uang sebesar 5 ribu hingga 15 ribu, sambil menyerahkan stiker paslon nomor urut dua. Atas perbuatannya terdakwa divonis 36 bulan penjara atau tiga tahun, denda 200 juta rupiah subsider dua bulan pidana kurungan.

Putusan hakim tersebut sudah putusan paling ringan, karena majelis hakim melihat beberapa hal yang meringankan terdakwa. Di antaranya terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, serta terdakwa merupakan pulang punggung keluarga dengan satu istri dan tiga orang anak. Atas putusan hakim tersebut Yuri masih menyatakan akan pikir-pikir selama tiga hari apakah nantinya menerima atau tidak.

Sementara kuasa hukum terdakwa Ridwan atas putusan hakim menyatakan akan berpikir-pikir selama tiga hari, untuk menentukan langkah apakah menerima atau mengajukan banding. Besar kemungkinan pihaknya akan mengajukan banding, mengingat kliennya bukan termasuk dari tim sukses paslon nomor urut 2. Kliennya secara spontan membagi-bagikan uang pribadinya dengan total 100 ribu, karena merasa ngefans kepada paslon nomor urut 2, terutama Gus Fijaun.

(193 views)