KPU Dinilai Diskriminatif Terhadap Paslon

kpu

Pansus Pilkada DPRD Jember menilai, KPU sebagai penyelenggara pemilu diskriminiatif terhadap pasangan calon saat mendaftarkan diri. Jika calon lain hanya keluarga dan tim sukses yang diijinkan masuk ruangan, tetapi ketika petahana mendaftar, wabup yang bukan keluarga dan tim sukses diijinkan masuk. Anehnya lagi wabup memakai name tag bertuliskan tim sukses yang dikeluarkan oleh KPU.

Wakil ketua Pansus Pilkada DPRD Jember Tabroni, mengaku heran ketika wakil bupati yang notabene pejabat negara, ikut mendampingi petahana mendaftar di kantor KPU Minggu siang. Padahal Jabatan tersebut melekat selama 24 jam. Mestinya Wabup bisa menahan diri, tidak ikut-ikutan dalam hiruk pikuk pilkada, agar menjadi contoh bagi ASN dalam menjaga netralitas.

Selain KPU mestinya Bawaslu sebagai pengawas juga proaktif mengambil sikap atas peristiwa tersebut. Tidak perlu menunggu laporan, karena peristiwa itu jelas terlihat dan semua komisioner bawaslu ada di lokasi tersebut. Dalam waktu dekat Pansus akan memanggil Bawaslu dan KPU, meminta mereka bertanggungjawab menjelaskan kepada publik.

Pansus pilkada lanjut Tabroni, juga akan berkirim surat kepada Gubernur untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi baru-baru ini, setidaknya agar bisa menjadi bahan pertimbangan bagi gubernur, untuk menunjuk Pj bupati yang benar-benar netral.

 

(533 views)