Bandar Okerbaya Dituntut Delapan Tahun Penjara

ASM warga Perumahan Taman Gading, Lingkungan Tumpengsari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, terdakwa kepemilikan lima juta obat keras berbahaya, Selasa sore dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Yang bersangkutan terbukti melanggar pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Jember, Gedion Ardana menjelaskan bulan Maret tahun 2020 lalu terdakwa ASM  ditangkap setelah Satresnarkoba Polres Jember melakukan pengembangan dari terdakwa berinisial S warga Desa Mumbulsari. Untuk terdakwa S beberapa waktu sudah dijatuhi vonis dua setengah tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember.

Untuk terdakwa ASM ini lanjut Gedion, hingga saat ini baru memasuki tahap penuntutan. Didasarkan pada fakta persidangan dan alat- alat bukti yang dihadirkan di persidangan,terdakwa dituntut delapan tahun penjara, denda 100 juta rupiah dan subsider enam bulan pidana kurungan.

Terkait apotek yang dimiliki terdakwa dipastikan masih tetap beroperasi. Sebab dalam persidangan terbukti terdakwa hanya bestatus sebagai pemilik bukan pengelola. Serta dalam mengedarkan obat keras berbahaya tidak memanfaatkan apotik yang dimilikinya.

Diberitakan sebelumnya, pada Satresnarkoba Polres Jember berhasil menangkap pengedar okerbaya berinisial S warga Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari dan bandarnya berinisial ASM warga Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates. Dari tangan kedua tersangka polisi berhasil menyita barang bukti hampir lima juta butir okerbaya.

(373 views)