Surat Bupati Ke DPRD Jember Merupakan Pembelaan Diri

Pemberhentian bupati Jember oleh DPRD melalui paripurna hak menyatakan pendapat atau HMP Rabu pagi, menjadi sorotan sejumlah pihak diantaranya akademisi. Salah satunya pengamat komunikasi politik Universitas Jember Mohammad Iqbal, yang menilai surat bupati kepada DPRD merupakan pledoi atau pembelaan diri.

Menurut Iqbal, terjadinya pemakzulan terhadap bupati merupakan bukti tidak harmonisnya komunikasi politik antara bupati dengan DPRD. Kondisi ini menyebabkan masyarakat luas yang merasakan dampaknya, sehingga menjadi gelombang politik yang kuat setelah terjadi akumulasi selama hampir 5 tahun tanpa ada upaya memperbaiki.

 

Iqbal menilai surat Bupati kepada DPRD menyikapi HMP, merupakan pledoi atau pembelaan diri. Namun sayangnya Iqbal menilai hal ini terlambat dilakukan, karena eksistensi bupati di mata DPRD sebagai representasi rakyat sudah tidak ada lagi.

Mandeknya pembangunan di kabupaten Jember selama ini menurut Iqbal, menjadi salahsatu pemicu bagi partai politik yang memiliki kursi di parlemen untuk menyatukan frekuensi. Setidaknya untuk memagari agar bupati tidak lagi bisa seenaknya menggunakan anggaran fasilitas negara, terlebih bupati akan mencalonkan diri kembali dalam pilkada mendatang.

 

(398 views)