Diduga Banyak SKD Palsu Untuk Keperluan Pendaftaran Siswa Baru

DIduga banyak muncul surat keterangan domisili yang tidak sesuai untuk kepentingan penerimaan peserta didik baru atau PPDB SMA, Komisi D DPRD Jember Selasa siang menggelar hearing bersama cabang dinas pendidikan Jawa Timur wilayah Jember Lumajang dan Dispenduk. Sayangnya Camat dan Lurah yang mengeluarkan Surat Keterangan Justru tidak hadir.

Sekretaris komisi D DPRD Jember Nurhasan mengaku banyak menemukan SKD yang baru diterbitkan tahun 2020 berdekatan dengan masa pendaftaran sekolah. Nurhasan menduga surat keterangan domisili tersebut digunakan untuk mendaftar sekolah, agar seolah-olah tinggal disekitar sekolah yang diinginkan.

Padahal sebenarnya calon siswa tersebut tinggal sangat jauh dari sekolah yang dituju. Akibatnya calon siswa yang benar-benar tinggal dekat dengan seolah tersingkir, dan justru harus mendaftar ke sekolah lain yang jauh dari rumahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Jember Lumajang Mahrus Syamsul menjelaskan, pihaknya dan sekolah tidak bisa intervensi dalam proses PPDB, karena sistem PPDB dilakukan secara online langsung ke Dinas Pendidikan Jawa Timur. Pihaknya dan sekolah tinggal menerima hasil akhir nama-nama siswa yang diterima.

Sementara Lurah Sumbersari Ani Mujiati ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya, memastikan SKD yang diterbitlannya sudah sesuai pengajuan dari RT-RW. Ani juga menegaskan tidak pernah membuat SKD berlaku mundur. Surat dicetak sesuai tanggal diterbitkan.

 

 

(375 views)