Penerapan New Normal Di Jatim Saat Ini Beresiko Tinggi

 

Resiko terlalu besar jika akan menerapkan new normal di Jawa Timur saat ini, melihat jumlah kasus covid-19 yang terus bertambah. Demikian disampaikan ketua LP2M Unej profesor Subagio melalui telefon selularnya.

Menurut Subagio, pemerintah di masa pandemi saat ini memang mengalami dilema, harus menangani urusan kesehatan sekaligus sektor ekonomi. Jika kegiatan ekonomi dibebaskan, tentu akan berdampak penyebaran covid-19 semakin meluas, begitu juga sebaliknya. Karena itu jika akan menerapkan new normal di Jawa Timur, harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Angka jumlah kasus menurut Subagio bukan hal terpenting yang harus diperhatikan, tetapi yang dilihat adalah grafik penambahan kasus dalam kurun waktu 14 hari berturut-turut. Jika melihat angka kasus di Jawa Timur, dirinya belum melihat ada kecenderungan menurun. Karena itu terlalu beresiko jika new normal akan diterapkan saat ini di Jawa Timur dan Jember pada khususnya.

Sebelumnya presiden sudah mengumumkan rencana menerapkan new normal di masa pandemi corona. Namun penerapan new normal tidak langsung serentak di semua daerah, tetapi melihat perkembangan penyebaran corona di masing-masing daerah. Meski demikian seluruh kepala daerah diminta segera menyiapkan skenario new normal sesuai kondisi daerah masing-masing.

(545 views)