Jangan Salah Artikan, Kejari Bukan Bumper Pemkab

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto minta masyarakat tidak salah mengartikan, pendampingan yang dilakukan Kejaksaan dalam pelaksanaan anggaran Covid-19. Jika terjadi penyimpangan Agus memastikan akan menindak tegas, karena kejaksaan bukan bumper pemkab.

Agus menjelaskan, bupati Jember Faida memang sudah berkirim surat resmi kepada Kajari meminta pendampingan. Pendampingan ini nantinya akan dilakukan oleh kasi datun, dengan memberikan arahan rambu-rambu agar pelaksanaannya sesuai atyran dan tepat sasaran.

Selain itu kejaksaan juga membentuk tim sendiri sesuai perintah Kejagung, yang terdiri dari kasi intel, kasi pidsus, kasi pidum dan kasi datun untuk melakukan pengawasan. Sehingga jika ditemukan terjadi penyelewengan, proses hukum pasti akan dilakukan karena makna pendampingan ini bukan berarti kejaksaan menjadi bumper.

Kejaksaan pada prinsipnya hanya melakukan upaya pencegahan, tetapi tidak sampai masuk ke ranah tehnis. Agus memastikan hanya melakukan pendampingan saat pelaksanaan, karena memang kejaksaan tidak pernah dilibatkan pada saat perencanaannya.

Ketika disinggung tentang belum adanya persetujuan gubernur terhadap anggaran tersebut, Agus masih akan melihat kembali. Jika memang benar belum ada persetujuan gubernur, tentu pihaknya akan menyarankan kepada pemkab untuk berupaya mendapatkan persetujuan, apalagi uang ini kan tujuannya untuk membantu masyarakat.

(122 views)