Warga Kepatihan Keluhkan Tidak Terbukanya Informasi Covid-19

Simpang siur informasi terkait pasien positif corona, menimbulkan keresahan masyarakat kelurahan Kepatihan Kaliwates. Terlebih setelah satu warganya meninggal yang semula disampaikan negatif corona, belakangan baru disampaikan positif, bahkan anaknya yang masih berusia 14 tahun Selasa malam dijemput ambulance karena juga terkonfirmasi positif.

Ahmad Ireng Maulana salahsatu ketua RW di kelurahan kepatihan menceritakan, ketika satu orang warganya meninggal beberapa waktu lalu, lurah menyampaikan bahwa hasil tesnya negatif meskipun proses pemakaman dilakukan sesuai protokol covid-19. Namun belakangan atau lebih tepatnya 20 hari kemudian, baru disampaikan bahwa ternyata hasil tesnya positif.

Bahkan Selasa malam anaknya yang masih berusia 14 tahun, dinyatakan hasil rapid test maupun swap testnya positif corona, sehingga dijemput ambulance di rumahnya untuk dibawa isolasi di rumah sakit. Akibat simpang siurnya informasi tersebut lanjut Maulana, warga resah karena yang bersangkutan sehari-hari beraktifitas dan kontak dengan masyarakat seperti biasa.

Lurah Kepatihan Sutik ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya mengatakan, dirinya juga kaget dan baru tahu jika salahsatu warganya yang meninggal beberapa waktu lalu positif corona. Sutik mengakui sebelumnya menyampaikan kepada warga bahwa yang bersangkutan negatif, karena informasi itulah yang diperolehnya dari bupati.

Sementara kepala dinas Infokom pemkab Jember Gatot Triono ketika dikonfirmasi, mengaku belum mendapat informasi apapun terkait persoalan ini.

(1.198 views)