Tak Terima Adiknya dipukul Pria di Jenggawah Datangi Sekolah Sambil Acungkan Celurit

Diduga kuat karena merasa tidak terima adiknya yang bersekolah di salah satu SDN di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, seorang pria berinisial AO, warga setempat nekat mendatangi sekolah sambil mengacungkan celurit dan mengancam sejumlah guru. Akibat perbuatannya pelaku langsung diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Jenggawah.

Kapolsek Jenggawah IPTU Prayitno menceritakan, semula tanggal 30 Oktober kemarin sekitar pukul 09.00 wib tersangka membuat keributan di halaman salah satu SDN di Desa Kertonegoro. Selanjutnya kepala sekolah bernama Suhariati, keluar dari ruangannya untuk melihat persoalan yang sebenarnya. Melihat kedatangan kepala sekolah dan sejumlah guru pelaku justru mengacungkan celurit dan membuka bajunya.

Tersangka kemudian menantang berkelahi guru yang telah memukul adiknya. Padahal menurut keterangan kepala sekolah, guru yang dituduh memukul adiknya hanya berusaha melerai saat adik pelaku terlibat pertengkaran dengan rekannya. Hanya saja setelah dilerai adi pelaku ini pulang dan mengadu kepada kakaknya bahwa ditampar oleh gurunya.

Pelaku yang percaya begitu saja, langsung mendatangi sekolah sambil membawa sebilah celurit. Tidak cukup sampai di situ, pelaku memaksa masuk dan menarik adiknya yang saat itu berada di ruang kelas.Bahkan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi, pelaku sempat membacokkan celurit yang dibawanya ke sebuah pipa kran hingga terputus. Karena sejumlah guru dan kepala sekolah merasa terancam akhirnya melapor ke Mapolsek Jenggawah.

Lebih lanjut Prayitno menjelaskan, tidak butuh waktu lama Unit Reskrim Polsek Jenggawah meluncur mengamankan pelaku. Setelah menjalani pemeriksaan Kamis pagi pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dijerat Pasal 335 KUHP dan Pasal 2 Undang-undang RI Darutat  Nomor 12 Tahun 1951 Tentang senjata tajam, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

(266 views)