PMII Minta Kapolres Jembatani Komunikasi Dengan Bupati Untuk Sampaikan Tuntutannya

Aktivis PMII Jember minta Kapolres menjembatani kebuntuan komunikasi dengan bupati, untuk menyampaikan tuntutan mereka agar bupati segera mengusulkan perda Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR, serta segera membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria. Sebab dalam 3 kali aksi, PMII tidak berhasil menemui bupati meski bupati sedang ada di kantornya.

 

Ketua PMII Cabang Jember Ahmad Hamdy mengatakan, dalam aksi Selasa siang mahasiswa sama sekali tidak ada tujuan bentrok dengan aparat kepolisian. Emosi mahasiswa tersulut, karena sudah 3 kali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama, namun tidak pernag di temui oleh bupati. Padahal mereka tahu bupati sedang ada di kantornya.

 

Karena itu saat kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menjenguk kedua rekannya yang sedang dirawat di rumah sakit, dirinya minta agar kapolres memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan bupati, sehingga tuntutan mereka bisa segera di respon oleh bupati. Hamdy khawatir jika persoalan ini berlarut-larut justru akan berdampak kurang baik untuk masyarakat Jember.

 

Hamdy juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian, yang sigap membantu mengevakuasi beberapa mahasiswa yang terjatuh kekurangan oksigen akibat berdesak-desakan, sehingga mereka bisa cepat dilarikan ke rumah sakit. Saat ini kondisi Dua orang mahasiswa yakni latief dan rangga sudah membaik tanpa ada luka sedikitpun, hanya butuh istirahat satu dua hari saja.

 

Sebelumnya ratusan aktifis PMII Jember menggelar aksi unjukrasa, menuntut bupati segera mengusulkan perda RDTR dan membentuk GTRA. Namun sayangnya bupati yang sedang ada acara penyerahan beasiswa di aula pemkab, tidak bersedia menemui mahasiswa. Akibatnya terjadi aksi dorong antara polisi dan mahasiswa, hingga menyebabkan pintu gerbang kantor pemkab ambruk.

(296 views)