Pencuri Janur Kuning Berdarah di Sumberjambe Terancam 15 Tahun Penjara

Dua pencuri janur kuning berdarah di kebun kelapa Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe berinisial MT warga Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat dan MA warga Desa Garahan Kecamatan Silo, terancam 15 tahun penjara, sebagaimana diatur dalam pasal 365 ayat 3 KUHP. Demikian yang disampaikan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Rabu siang.

Menurut Alfian meski dua orang sudah berhadi ditangkap empat jam setelah kejadian, dan salah satu tersangka bernama Abdu tewas, namun hingga saat ini masih ada satu tersangka lainnya berinisial KL warga Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat yang masih buron. Diketahui KL ini merupakan anak dari tersangka MT sekaligus adik dari tersangka Abduh yang tewas dibacok korban.

Saat diinterogasi tersangka mengaku, baru pertama kali mencuri janur di Kebun Kelapa milik Fausi. Janur kuning yang diletakkan di TKP rencanya akan dijual kepada pembelinya seharga 70 ribu per ikatnya. Meski demikian penyidik masih terus melakukan pengembangan penyelidikan, sebab berdasarkan pengakuan sejumlah saksi, janur kuning yang berada di TKP sudah sering dicuri orang.

Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa dua buah pisau, dua unit sepeda motor, dan satu bendel janur kuning. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, seorang waker kebun bernama Tijo warga Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Senin malam tewas setelah terlibat perkelahian dengan salah satu pencuri janur bernama Abdu warga Desa Gambiran Kecamatan Kalisat, di kebun milik Fausi di desa setempat. Sementara Abdu salah satu dari tiga pelaku, juga tewas dengan luka bacok.

(960 views)