PDRB Kabupaten Jember Masih di bawah Banyuwangi

HESTUTahun 2018 sumbangsih Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Kabupaten Jember di wilayah Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang, masih lebih rendah dibandingkan Kabupaten Banyuwangi. Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo.

Hestu menjelaskan, data tahun 2018 PDRB wilayah Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang sebesar 218 trilyun rupiah. Dari nilai tersebut sumbangsih Kabupaten Jember hanya sekitar 33 persen, sedangkan Kabupaten Banyuwangi sebesar 36 persen. Hestu mengaku tidak tahu pasti, apa yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember melambat.

Yang jelas lanjut Hestu, selama ini Bank Indonesia sudah menjalankan tugasnya, memberikan saran dan masukan kepada pemerintah daerah, jika terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi. Namun tentu saja tergantung kepala daerah masing-masing, kebijakan apa yang akan diambil untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Hestu berpendapat, suatu daerah harus memiliki kemampuan mempercepat pertumbuhan ekonomi,  dengan memaksimalkan potensi yang ada. Jember misalnya, memiliki potensi besar di sektor pertanian. Namun faktanya pertumbuhan ekonomi sektor pertanian terus menurun. Dari tahun 2011 sebesar 4,89 persen, turun menjadi 0,08 persen di tahun 2018.

(851 views)