PDP Sudah Ajukan Raperda Penyertaan Modal Sejak Maret 2018

 

Perusahaan Daerah Perkebunan PDP Kahyangan, ternyata sudah mengusulkan Raperda Penyertaan Modal melalui Pemkab sejak Maret 2018. Bahkan kajian akademik yang disusun LP2M Unej selesai bulan Mei 2018, namun baru diajukan ke DPRD Jember di bulan Januari 2019.

Direktur Utama PDP Kahyangan Harianto menjelaskan, dirinya sudah mengajukan usulan Raperda Penyertaan Modal sejak bulan Maret 2018 melalui Pemkab Jember. Namun setelah 4 kali berkirim surat, bulan Januari 2019 Pemkab kembali memintanya mengajukan kembali usulan raperda, untuk diajukan ke DPRD.

Bahkan Hariyanyo mengaku akhir Juni mendapat informasi, bahwa jadwal pembahasan Raperda Penyertaan Modal beserta 4 raperda lain dari DPRD sudah keluar. Namun entah bagaimana jadwal tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal dirinya berharap penyertaan modal PDP bisa dilakukan dalam P APBD 2019.

Hariyanto berharap pembahasan Raperda Penyertaan Modal bisa selesai sebelum pembahasan APBD 2020, agar awal tahun depan sudah bisa dilaksanakan. Diberitakan sebelumnya, akibat belum adanya perda sebagai payung hukum, alokasi penyertaan modal PDP senilai 5,8 milyar rupiah, dialihkan untuk kegiatan lain.

(215 views)