Format Gelar Tahlil dan Yasinan Atas Matinya Lembaga Legislatif

IMG-20190411-WA0020Sejumlah aktifis Forum Masyarakat Tertindas atau Format, Kamis pagi menggelar tahlil dan yasinan di depan Gedung DPRD Jember. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas matinya lembaga legislatif di Kabupaten Jember.

Koordinator Format Kustiono Musri menjelaskan, beberapa waktu lalu menyebar rekaman video Bupati Jember Faida saat mengkampanyekan suaminya sebagai Caleg Nasdem di Desa Gambiran Kalisat. Dalam video tersebut Bupati mengatakan bahwa tidak harmonisnya hubungan dirinya dengan DPRD, karena dirinya tidak mau memberikan suap untuk pengesahan APBD.

Kustiono menilai statement tersebut mengartikan 50 orang anggota dewan saat itu meminta suap. Sayangnya sejauh ini hanya Fraksi Kebangkitan Bangsa dengan 8 orang anggotanya yang tegas membantah. Sedangkan 42 orang anggota dewan lainnya diam, seakan-akan membenarkan statement tersebut.

Kustiono juga khawatir statement Bupati ini akan berdampak terhadap tingginya angka golput, karena masyarakat tidak percaya lagi terhadap lembaga dewan. Kustiono menilai secara tidak langsung statement Bupati tersebut mendelegitimasi pemilu.

Selain melakukan aksi di gedung dewan, Kustioni juga berencana melaporkan persoalan ini ke Bawaslu dan pihak kepolisian, baik bersama Fraksi Kebangkitan Bangsa ataupun sendiri. Sebab mengajak masyarakat untuk golput ada ancaman pidananya.

(634 views)