Ratusan Mahasiswa Terancam Tidak Dapat Menyalurkan Hak Pilihnya Pada Pemilu 17 April

IMG_20190410_124602Ratusan mahasiswa dan sejumlah warga yang mengurus form A5 di KPU Jember, Rabu siang harus pulang dengan tangan hampa. Pasalnya ada aturan baru yang diterbitkan KPU bahwa studi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengurus pindah memilih. Akibatnya ratusan mahasiswa terancam tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada pemilu tanggal 17 April mendatang.

Salah satu warga asal Lumajang Tutus Bahtiar asal Lamajang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, dirinya mengaku kecewa dan kaget saat hendak mengurus Form A5 ditolak dengan alasan ada surat edaran KPU yang membatasi syarat diterimanya untuk mengurus Form A5. Padahal Selasa kemarin mahasiswa masih bisa mengurus pindah memilih.

Namun nyatanya masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menyalurkan hak pilihnya, malah dipersulit dengan lahirnya surat edaran KPU RI. Padahal di sisi lain seluruh warga Indonesia dihimbau untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemilu 17 April mendatang. Menurut Tutus jika tidak ada kebijakan baru dari KPU hinga hari pelaksanaan pemungutan suara, dipastikan di Jember saja ada ratusan mahasiswa yang terancam tidak dapat menyalurkan hak pilihnya.

Sementara Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menjelaskan, turunnya surat edaran KPU sesuai keputusan MK tersebut tertanggal 9 April, dan baru diterimanya pada Selasa malam, sehingga wajar jika ada mahasiswa yang dilayani mengurus pindah memilih pada hasi Selasa. Sesuai surat edaran tersebut kondisi yang bisa dijadikan alasan mengurus pindah memilih di antaranya sedang sakit, tertimpa bencana alam, menjalani tahanan, dan sedang melaksanakan tugas saat pelaksanaan pemungutan suara.

Hanafi mengaku tidak ada maksud untuk mempersulit pengurusan pindah memilih bagi mahasiswa, karena memang murni terkendala oleh aturan yang ada. Dengan sangat terpaksa KPU juga harus merelakan mahasiswa yang berada di luar domisilinya saat pelaksanaan pemungutan suara, tidak dapat menyalurkan hak pilihnya.

(403 views)