Dirut PDAM Mengaku Pernah Dimintai Uang dan Proyek Oleh Oknum Wartawan

IMG-20190319-WA0008Kasus dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Dirut PDAM Ady Setyawan terhadap Staf Dispendik, ternyata bukan baru ini saja muncul. Kabar tersebut sudah diketahui Ady sekitar bulan Januari lalu, ketika dirinya didatangi oleh oknum wartawan dan kontraktor di kantornya. Demikian disampaikan Ady kepada sejumlah wartawan.

Ady menceritakan, bulan Januari lalu dirinya didatangi seorang wartawan salah satu tabloid mingguan berinisial W dan kontraktor berinisial M, yang meminta konfirmasi atas isu dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya. Saat itu dirinya untuk yang pertama kalinya bertemu langsung dengan Staf Dispendik Devi Intan, setelah dipertemukan oleh W dan M.

Setelah diklarifikasi akhirnya disimpulkan hanya kesalahpahaman saja. Bahkan saat itu wartawan berinisial W meminta uang operasional kepadanya senilai 500 ribu rupiah dan memasukkan kerabatnya untuk menjadi karyawan PDAM, sedangkan kontraktor berinisial M meminta proyek pekerjaan di PDAM. Namun. Permintaan tersebut sejauh ini belum bisa diberikan, karena memang PDAM belum membuka lowongan, dan juga belum ada proyek pekerjaan.

Diberitakan sebelumnya Dirut PDAM Ady Setyawan diadukan ke Mapolres Jember oleh Koordinator Indonesia Birocration Watch Sudarsono, atas kasus dugaan pelecehan seksual dan pelanggaran undang-undang ITE, karena diduga telah mengirimkan konten asusila melalui whatsapp kepada Staf Dispendik bernama Devi Intan.

Polres Jember menindaklanjuti pengaduan tersebut, dengan meminta keterangan kepada pelapor, korban dan dua orang Staf PDAM dalam rangka penyelidikan. Sedangkan Ady sendiri sebagai terlapor sejauh ini mengaku belum dimintai keterangan.

(530 views)