Masyarakat Nelayan Puger Kembali Pertanyakan Tindak Lanjut Aduan Pengelolaan Bantuan Presiden Jaman SBY

IMG_20190225_125339-min

Pelapor atas nama Muhammad Jupri

Sejumlah masyarakat nelayan Puger, Senin siang kembali mendatangi Polres Jember untuk mempertanyakan tindak lanjut aduan terkait dugaan penyelewengan pengelolaan dana bantuan nelayan sebesar 1 miliar, yang dicairkan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2013 lalu. Kasus tersebut sebenarnya sudah diadukan ke Unit Tipikor Polres Jember pada bulan Maret 2018 lalu.

Pelapor atas nama Muhammad Jupri menjelaskan, tanggal 26 Maret 2018 lalu, pihaknya bersama sejumlah nelayan Puger, melayangkan aduan kepada Unit Tipikor Polres Jember, terkait dugaan penyelewengan penyaluran bantuan nelayan sebesar 1 miliar rupiah, yang disalurkan melalui dua koperasi nelayan di kecamatan puger tahun 2013 lalu. Namun setelah hampir satu tahun di tunggu, Jupri mengaku belum pernah mendapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan atau SP2HP dari Unit Tipikor Polres Jember.

Baru kemudian setelah beberapa kali menunggu kepastian, akhirnya tanggal 20 Ferbruari lalu pihaknya mendapat surat panggilan  dari Tipikor. Karena itulah, Jupri bersama sejumlah nelayan puger lainnya mememuhi suarat panggilan Tipikor tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Jupri mengaku disodori sejumlah data penerima bantuan sebanyak 32 orang. Selanjutnya Penyidik Tipikor menyarankan agar pelapor bisa menanyakan langsung kepada 32 penerima tersebut. Apakah memang ada potongan, atau memang ada yang belum menerima sama sekali.

Diberitakan sebelumnya, tak kunjung ada kejelasan terkait pengelolaan dana bantuan presiden tahun 2013, sejumlah nelayan mengadukan kasus tersebut ke Mapolres Jember. Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya pengaduan tersebut. Kusworo berjanji akan terus menindak lanjuti pengaduan tersebut hingga tuntas.

(258 views)