Ribuan GTT-PTT Jember Menolak Dieksploitasi dalam Pemilu

Kondisi memprihatinkan Pegawai Tidak Tetap atau PTT yang sudah satu tahun tidak menerima honor, banyak dimanfaatkan para calon dalam konstalasi pemilu. Dalam pertemuan PTT di Aula Kantor PGRI Kabupaten Jember Kamis siang, dengan tegas ribuan GTT menyatakan menolak dieksploitasi baik dalam kampanye pileg maupun pilpres 2019 mendatang.

Ketua Asosiasi GTT-PTT Jember Abdul Halil, mengaku mendapat informasi bahwa GTT-PTT sering diundang mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu. Dalam pertemuan tersebut GTT-PTT banyak mendapat janji-janji palsu, agar suaranya diberikan kepada calon tertentu.

Kondisi GTT-PTT yang sudah satu tahun tidak mendapatkan honor, menjadi senjata empuk bagi para calon untuk meraih suara, salah satunya dengan janji kenaikan gaji, tunjangan kesehatan bahkan peningkatan kesejahteraan dengan menjadikan mereka pengawai negeri sipil. GTT-PTT harus lebih cerdas untuk bisa membedakan, mana janji yang benar dan mana yang hanya sekedar janji palsu.

Sementara menurut Ketua PGRI Jember Supriyono, saat ini ada sekitar 1500 orang PTT masih tercatat mendapatkan gaji antara 200 ampai 300 ribu rupiah perbulan, yang itupun belum dibayarkan selama satu tahun terakhir. Dalam waktu dekat PTT akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk kejelasan nasib mereka. Supriyono berharap Pemkab merespon baik aspirasi PTT tersebut, agar tidak sampai terjadi aksi turun jalan jilid 2.

(244 views)