Belum Semua Petugas TPS Memahami Penggunaan Alat Bantu Difable

Petugas TPS diharapkan mampu menggunakan fasilitas disabilitas sebagaimana mestinya disetiap momen pemilu. Sebab dari pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya, tidak semua petugas TPS menggunakan fasilitas penyandang difable, meski ada pemilih difable yang akan memberikan hak pilihnya.

Salah seorang guru SLB Bintoro Rahman Hadi Jumat pagi mengatakan, sejak tahun 1999 dirinya mengamati proses pemungutan suara di setiap kegiatan pemilu. Sayangnya belum pernah ada upaya maksimal dari penyelenggara pemilu, untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.

Rahman mencontohkan penggunaan template atau alat bantu untuk penyandang tuna netra, yang sering hanya digunakan sebagai penggaris oleh petugas TPS. Karena itu Rahman  berharap KPU memberikan pelatihan kepada petugas TPS, agar mereka mampu menggunakan fasilitas difable sebagaimana mestinya.

Sementara Komisioner KPU Kabupaten Kember Ahmad Hanafi, membenarkan masih adanya petugas KPPS dalam pemilu sebelumnya, yang belum paham dalam memenuhi kebutuhan penyandang difable. Karena itu KPU akan lebih intens memberikan pemahaman kepada petugas TPS, agar pelayanan dan pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas dapat dilakukan sesuai aturan.

Di sisi lain lanjut Hanafi, pihaknya juga akan lebih gencar melakukan sosialisasi kepada penyandang disabilitas khususnya pemilih pemula, agar mereka lebih antusias menggunakan hak pilihnya saat momen pemilu.

(225 views)