PGRI Sayangkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Diambilkan dari Honor GTT

PGRI Jember sayangkan Pemkab hanya membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi GTT di awal pendaftaran saja. Akibatnya solidaritas guru baik PNS maupun GTT, patungan membayar tunggakan sebesar 39 juta rupiah untuk dua kecamatan. Meski PGRI tidak ingin uang tersebut dikembalikan, Pemkab diharapkan tidak lagi menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua PGRI Jember Supriyono menjelaskan, ketika 2 orang GTT mengalami kecelakaan kerja, mereka tidak bisa mengajukan klaim biaya perawatan karena iuran BPJS masih menunggak. Sesuai aturan tunggakan tersebut harus dilunasi secara kolektif per kecamatan. Sehingga solidaritas guru baik PNS maupun non PNS, menghimpun iuran senilai 39 juta rupiah, untuk melunasi tunggakan di dua kecamatan.

Meski tidak minta uang tersebut dikembalikan, Supriyono menyayangkan belum dicairkannya honor GTT yang bersumber dari Progam Pendidikan Gratis, hingga menyebabkan iuran BPJS para GTT juga tidak terbayarkan. Sebab iuran BPJS GTT bukan dibayarkan oleh Pemkab, tetapi dibayar sendiri oleh GTT dari honor Progam Pendidikan Gratis.

Supriyono menilai persoalan ini terjadi akibat perencanaan anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan kurang baik, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Kedepan Supriyono berharap iuran BPJS tidak diambilkan dari honor GTT, sehingga ketika anggaran PPG cair, GTT bisa membawa pulang honor yanpa ada potongan.

(1,006 views)