Leasing Harus Miliki Sertifikat Fidusia Sebelum Tarik Kendaraan Konsumen

Leasing atau lembaga pembiayaan wajib memiliki sertifikat fidusia, agar memiliki kekuatan hukum saat akan mengambil kendaraan bermotor, dari konsumen yang mengalami kredit macet. Demikian disampaikan Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin, dalam acara sosialisasi fidusia Rabu siang.

Menurut Azil, sesuai aturan perusahaan pembiayaan harus mendaftarkan paling lambat 30 hari setelah melakukan perjanjian kredit, dengan konsumen kepada kantor pendaftaran fidusia. Selain itu perusahaan juga diminta menjelaskan secara detail isi perjanjian kredit kepada konsumen, sehingga konsumen paham apa yang menjadi hak dan kewajiban setelah menandatangani perjanjian tersebut, dan tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

Sebab temuan di lapangan, lanjut Azil, hingga saat ini baik masyarakat maupun perusahaan pembiayaan banyak yang belum mengerti secara utuh terkait undang-undang undang jaminan fidusia. Karena itu pihak OJK terus memberikan sosialisasi terkait undang-undang jaminan fidusia, agar semua pihak memiliki persepsi sama terkait aturan jaminan fidusia, khususnya pihak kepolisian saat menangani pengaduan masyarakat.

Sementara Analisis Kebijakan Bidang Hukum Polda Jatim, AKBP Adang Oktori menegaskan, undang-undang jaminan fidusia sebenarnya menguntungkan pihak perusahaan pembiayaan. Sebab dalam aturan konsumen diminta untuk mengembalikan kendaraan bermotornya jika sudah tidak sanggup untuk membayar kredit.

Jika konsumen tidak mengembalikan lanjut Adang, maka pihak leasing atau perusahaan pembiayaan berhak meminta kepada konsumen, namun pihak leasing diminta untuk melakukan permintaan kendaraan dengan cara yang sopan, sehingga tidak terjadi permasalahan saat proses penarikan kendaraan bermotor tersebut.

(403 views)