Pungli Dispenduk Dipakai Untuk Uang Saku Pejabat dan Permintaan Oknum Non PNS

Kadispenduk yang juga salah satu tersangka OTT pungli Adminduk berinisial Y, mengaku memakai uang hasil pungli untuk uang saku seorang pejabat, serta memenuhi permintaan seseorang yang berstatus non PNS. Demikian disampaikan Eko Imam Wahyudi, selaku kuasa hukum tersangka Y dan K.

Imam menjelaskan, selama mendampingi kedua kliennya menjalani pemeriksaan di Mapolres Jember, dirinya mengakui memang polisi bisa membuktikan secara materiil, terjadinya pungutan liar yang dilakukan oleh Y dan K. Meski demikian kliennya mengaku tidak memakai uang tetsebut untuk keperluan pribadinya.

Y mengaku memakai uang tersebut untuk keperluan pegawai Dispenduk yang lembur, serta dua kali untuk uang saku seorang pejabat senilai masing-masing 1 juta Rupiah. Selain itu lanjut Imam, Y mengaku uang yang diperolehnya, digunakan untuk memenuhi permintaan seseorang yang berstatus non PNS.

Sayangnya Imam menolak menyebutkan identitas pejabat dan oknum non PNS yang dimaksud, dengan alasan masih menjadi materi pokok penyidikan pihak kepolisian. Namun Imam berjanji akan mengungkap semuanya dalam persidangan nantinya. Mengenai seperti apa status oknum tersebut, biar menjadi kewenangan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor.

Masa penahanan pertama selama 20 hari terhadap tersangka Y dan K sendiri sudah berakhir hari Selasa kemarin. Namun Senin pagi Eko mengaku mendapat pemberitahuan dari penyidik Tipikor, masa penahanan kedua tersangka diperpanjang selama 40 hari kedepan, karena penyidik masih butuh waktu untuk membuat resume hasil penyidikan.

(1,603 views)